
Oleh Mimbar Bambang
Seputro
KOLAM Ikan
Gurami
Kampung Caringin, Desa Ragajaya, Citayam, Bojonggede
Depok - BOGOR
Sarang di Grogol- Jakarta, Toko (bangunan) Gajahsora, (021) 5671778
Melayani pelatihan bagi anda yang ingin belajar ternak Gouramy
dengan contoh ikan dari telur, larva sampai dewasa.
TALKSHOW BERSAMA TABLOID KONTAN DI QUICKCHANNEL INDOVISION
Bersama presenter dari Tabloid KONTAN
Senin 22/10 jam 16.00 saya sudah tiba di lantai M, Gedung INDOVISION. Direncanakan pengambilan gambar "live" akan berlangsung selama 60 menit pada jam 17.00. Sebetulnya tadi malam saya sudah mensurvei tempat ini sehingga pada hari "H-0" tidak akan terjadi salah alamat. Mengherankan ketika semalam saya tanya kepada penjual rokok yang mangkal didepan gedung Indovision, si penjual bilang tidak tahu letak gedung yang berada didepan batang hidungnya.
Studio saat itu penuh sesak yang rupa-rupanya Herman Kartawijaya pembicara Strategi bisnis sedang mengisi acara. Didepan studio, terletak kantor Internet Sservice Provider yang dikapitani oleh Dicky Iskandardinata (Bank DUTA) yaitu Web88888.com yang kemudian mengurangi angka "8" nya menjadi web88.com - saya musti berterimakasih kepada ISP ini lantaran sudah beberapa tahun saya diberi e-mail gratis oleh mereka.
Rupanya saya didaftarkan sebagai pembicara dari Tabloid Kontan.
Jam 16:30 dua orang dari Kontan datang yaitu Christiantoko (sering menulis masalah Handphone) dan Anton (bagian Promo).
Sementara menunggu itulah saya mulai bicara mengenai Gurami sehingga sang presenter bisa "diisi" secara cepat pengetahuan teknis Gurami.
Jam 17:00 ada pengumuman bahwa terjadi pengunduran jadwal karena ada tamu Investor Swiss yang akan bekerjasama dengan Jaring Data Interaktip, konon sehubungan dengan hengkangnya Peter Gontha dari perusahaan tersebut. Akhirnya saya pasrah menunggu acara mulai jam 19.00 yang kelihatannya di"taping" atau rekaman bukan "live" seperti yang direncanakan semula, suatu istilah yang baru saya ketahui. Rekan Christiantoko nampak gelisah karena ia sudah ditunggu untuk suatu meeting penting di kantornya, tapi itulah cara kerja kita, seharusnya kalau ada pengunduran waktu kami diberi tahu lebih awal sehingga tidak harus kelabakan membatalkan acara yang sudah disusun sebelumnya.
Belakangan dari rekan di SCTV saya diberitahu bahwa pada jam 17:00 tersebut mereka sudah memonitoring Quick channel, isinya kata-kata Mutiara dalam Selimut jadi nggak ada itu acara orang Swiss.
Jam 19:00 akhirnya pengambilan gambar terjadi juga, ternyata studio isinya ada dua kursi ala bar dengan meja yang kalau buat nulis saja sudah oglek. Latar belakang kami adalah kain biru, cuma waktu dilayar yang nampak adalah gambar yang indah. Keahlian manipulasi gambar ala digital rupanya.
Karena belum terbiasa, konsentasi sedikit terganggu oleh isyarat "break" untuk diisi dengan pesan iklan yang akan "lewat", berhubung sistem komunikasi headset tidak berfungsi, jadi kami hanya tunggu kapan mulai masuk acara inti dengan memperhatikan kode tangan sang program director.
Untunglah karena bincang ikan gurami adalah pekerjaan sehari jadi ya saya anggap saya mas Christiantoko teman ngobrol. Dan ini memang rahasianya. Berbicaralah dengan "emosi", jadi keluar semua. Kalau semua diatur jangan begini jangan begitu, banyak kagoknya.
Saya semula mau pakai suite, tapi kesannya kok petani pakai jas, ya sudah pakai baju biasa saja dan pakai dasi sedikit. Bukankah petani berdasi juga sudah banyak dewasa ini.
Biar kelihatan petani beneran saya pakai peci, yang juga fungsi utamanya menyembunyikan gundul. Itu hal yang tidak saya sukai, tetapi usulannya untuk memakai peci ya saya terima. Jadi persis petani betulan tampangnya.
Acara ini berdurasi selama 60 menit, dan tidak terasa tahu-tahu kami diberi isyarat untuk segera menghentikan perbincangan. Saya ditanya pesan-pesan bagi calon peternak gurami. Saya bilang, "pakai celana pendek, pakai Tshirt butut dan nyemplung masuk kolam." Maksud saya segera kerjakan sekarang juga, kesampingkan pertimbangan rumit soal pemasaran, export ke manca negri dst.
Kalau ditanya seneng ya tentu senang sekali bisa muncul di TIPI, gading retaknya adalah acara ini tidak interaktip sehingga komunikasi cuma satu arah.
Ada satu kata yang saya sendiri kaget mengucapkannya begitu saja, "kalau mau beternak Gurami jangan nunggu Pensiun, itu ibaratnya kalau pemain bola sudah duduk di kursi cadangan, alias tidak berdaya. Lakukan saat belum terkena Post Power Syndrome."
Mungkin ide saya dapatkan dari kaset di perempatan WarungBuncit yang diputar para pengumpul derma selama kurun waktu 10 tahun lebih kok belum selesai-selesai juga. Mustinya bangunannya besar sekali ya. Di tempat itu selalu ada pemutaran kaset ajaran dan saran berbuat baik dan benar kepada "Orang Lain".
Mungkin saking seringnya mendengar itu-itu saja, saya sampai bawah sadar ikut mengopy istilah "pemain cadangan" pinter menggiring bolapun nggak bakalan bikin Gol.
Materi dalam acara tersebut banyak mengupas maraknya perusahaan yang menawarkan investasi berupa modal dengan iming-iming akan kembali dalam waktu singkat. Disini saya menerangkan seluk beluk beternak gurami secara gamblang. Saya sendiri kurang bisa memantau apakah acara di TV Cable yang elit ini mengenai sasaran, sebab kalau pemunculannya di TVRI misalnya, jangkauannya lebih luas. Tapi untuk langkah pertama, saya tentunya sangat berterimakasih kepada Indovision dan Kontan yang telah memberikan kesempatan emas ini.
Lihat gambar 1 dan 2Jakarta 23/10/2001
Nener Gurami aman akibat Gelinggang Gajah
Kolam ikan Gorami
Meraup Untung dari Gurami (koran Tempo)
Gurihnya bisnis gurami (Trubus)
Melihat tulisan seputar gurame lainnya
Yang mana jantan yang mana betina
Membesarkan Gurami dengan Akuarium
Enam Tahap Besarkan Gurami
Kalau ada gurami bau lumpur
Jenis-jenis Gurami ada 6 varietas
Hama Gurami
Kepercayaan Petani di desa Ragajaya
Buku-Buku mengenai Gurame
Pengaruh Tepung Bulu Ayam dan Tepung Ikan dalam pakan terhadap Pertumbuhan Gurame
Budidaya Moina seperti yang dilakukan sodare kite di Singapur
Memelihara Gurami di Aquarium (Suara Pembaruan)
Mengisi TalkShow Gurame di Kantor Berita Radio 68H
Makan Ikan Sehat Mata di hari tua
TOKO GAJAHSORA, Jalan dr. Muwardi Raya 23 - Grogol-
Jakarta Barat- Indonesia
0811806549
Updated 7 Oktober, US Strike to Taliban