| |
Pada awalnya Shorinji Kempo Diciptakan oleh seorang biksu
bernama Dharma Taishi yang berasal dari Baramon (India).
Kira-kira tahun 550
SM ia berkelana ke daratan China dan menetap di suatu kuil bernama SIAU LIEM
SIE atau lebih dikenal nantinya dengan nama Shorinji. Dalam
pengembaraan yang bersifat penyebaran agama ini, Dharma Taishi tak urung
mendapatkan ancaman yang bersifat fisik, oleh karena itu dia berpendapat
bahwa biksu juga harus melatih ketahanan fisiknya, disamping juga melatih
rohaninya. Oleh karena itu dia menciptakan sebuah bela diri yang dikenal
dengan Shorinji Kempo atau Siauw Liem Sie Kung Fu.
Shorinji Kempo sendiri dibawa ke
Jepang oleh seorang tentara Jepang bernama So Doshin, yang melarikan diri dari pasukannya, ia tidak
sepaham dengan cara-cara penjajahan Jepang, kemudian melarikan diri dari
induk pasukannya dan mengembara di daratan Cina.
Dalam pengembaraannya ia bertemu dengan pendeta Budha dan akhirnya ia dibawa
ke kuil Siaw Liem Sie, yang sudah diperbaiki oleh penerus-penerus Dharma
Taishi.
Di kuil ini Sho Dosin mempelajari ilmu Shorinji Kempo langsung dibawah
asuhan Mahaguru ke-20 yaitu WEN TAY SUN. Karena kesetiaannya dan
penguasaannya yang sempurna terhadap Shorinji Kempo, maka Sho Dosin diberi
penghargaan tertinggi menjadi Maha Guru ke - 21 dan ia memperoleh ijin untuk
meninggalkan kuil Shorinji untuk meneruskan ajarannya di daratan Jepang.
Tahun 1945, Sho Dosin kembali ke Jepang dan membuka DOJO (tempat latihan)
tersendiri. Ia memilih kota TODATSU, yang terletak di propinsi Kagawa di
pulau Shikoku, yang kemudian terkenal sebagai pusat Shorinji Kempo. Banyak
sekali yang datang ke DOJO-nya untuk menjadi murid di sana, bukan saja dari
daerah sekitarnya tetapi juga dari daerah-daerah lainnya, bahkan dari luar
Jepang (terutama mahasiswa asing yang belajar di Jepang).
Sho Dosin
menggembleng murid-muridnya dengan disiplin yang keras seperti yang
dialaminya sendiri. Namun di balik penggemblengan fisik dan mental itu, Guru
Besar Shorinji Kempo ini tetap menempatkan seni beladiri ini sebagia
pengayom hati dan jiwa dengan penuh rasa damai dan welas asih bagi para
pengikutnya.
Sebab itulah lambang organisasi Shorinji Kempo menggunakan lambang agama
Budha, yaitu "Manji" , semacam tanda swastika yang berputar ke kiri, yang
berarti "kasih sayang dan kekuatan" yang sesuai dengan doktrin Shorinji.

Salah Satu teknik Juho( Teknik lembut) terdiri dari
lipatan,tekukan,bantingan.

Salah satu teknik Goho (teknik keras) yang terdiri dari
pukulan,
tangkisan, tendangan.
Satrio Wicaksono
Updated
February 19, 2006 03:59:53 AM
|