|
BIODATA INUL DARATISTA |
||
|
Inilah Biodata seorang bintang yang
mengundang kontroversi tetapi diam-diam sudah diterima di luar negeri,
termasuk mBelgi. Kaset VCD di bajak, malahan senang karena dari situ dia
menjadi populer. Bayangkan dengan artis "sopan" kita yang
sedikit-sedikit menuntut produsernya, menuntut pembajak dsb. Menurut "ilmu tua" atau petung Jawa seperti yang ditulis oleh ahli perhitungan kelahiran seperti Prof. Dr. Tjokorda Rai Sudharta, orang yang dilahirkan 21 Januari 1979, jatuhnya hari Minggu Legi, cenderung pendiam, cerdas dan satu lagi, karyanya bisa terkenal karena tidak sadar akan kepentingan orang banyak, dan mampu melakukan semua jenis pekerjaan. Dalam katuranggan Jawa, orang yang lahir Desember sampai Awal Februari biasanya tubuhnya kecil, tidak terlalu tinggi, dada tipis tetapi payudara agak menonjol, rambut hitam agak kaku, bulu tubuh cenderung tebal, leher panjang dan jika jalan seperti tidak menyentuh tanah. Dalam ilmu katuranggan ini pula disebutkan bahwa wanita yang demikian biasanya disebut "Ratna Kencana" atau "Bunga Emas". Rambutnya agak tebal tetapi tidak mengkilap, selalu kelihatan basah karena memang mudah berkeringat. Meskipun kakinya kecil tetapiu kalau berdiri begitu kukuh. Leher dahi tampak sedang, kulit kekuningan. Jenis perempuan setia kepada pasangannya, polos dalam tingkah laku tapi lihay dalam asmara. Dalam pandangan Yoga asanas, katuranggan wanita ini, mudah direkayasa karena lentur. Tahan bermeditasi karena sudah memiliki pinggul yang kuat. Dan ini jenis yang memiliki bakat seimbang tubuh atas maupun bagian bawah sehingga mempunyai kesehatan yang baik. Dari aspek Kelahiran, katuranggan bahkan aspek Yoga, bocah Inul memang sejak lahir sudah punya fisik yang bisa dioptimalkan gerakannya. Jadi kalau dia punya gaya menanri yang berbeda itu adalah bakat yang ia dapet dari alam. MENUTUP
KELEMAHAN Itulah yang kita lihat, kekuatannya dioptimalkan untuk menutupi kelemahan cengkok dangdutnya yang biasa saja. Bisa dilihat ketika nama dalang Ki Anom Suroto yang suaranya "kung", lantas Ki Timbul Hadiprayitno yang "sanggitnya" kuat. Ki Manteb Soedarsono harus bersaing dengan seniornya tadi dengan nafas yang berbeda, ia bermain wayang dengan sabetan-sabetan yang bertenaga dan hidup sehingga, wayang di pakeliran menjadi tidak menjemukan. Coba kalau Ki Manteb mengikuti saran agar suaranya "Kung" dan "Sanggit," maka dia hanya akan jadi imitator dan jadi dalang biasa saja... Nggak Oye... Kelemahan ini "dibaca" seorang Inul, dia melihat penyanyi dangdut kok selalu seding, kalau tidak digaplokin suami, ya melihat pacarnya sedang gandengan dengan cewek/cowok lain lalu sendu, mellow. Hidup sudah terlalu sedih untuk orang Indonesia, pemimpin yang dipercaya sudah lupa akan janjinya, dan Inul secara cerdas melihat peluang tadi. Dia menyanyi dangdut dengan gaya "bekel" yaitu loncat sana, loncat sini, liar membuat orang menjadi gempar. Bahkan sampai seorang Taufik Kiemas merangkul Inul, nyata-nyata ia mengagumi penyanyi ini..
|