|
Gus Dur seperti di kutip dari
detik.com mengatakan "gelar raja dangdut itu cuma julukan. Bukan kekuasaan,
jadi salah karena dijuluki Raja Dangdut langsung merasa berkuasa dan
memerintahkan para penyanyi dangdut lainnya mengikuti kemauan dia. Apalagi
mengatas namakan agama, ndak bisa itu..."
Guruh : "seharusnya masyarakat tidak
munafik dan belajar menjadi arif. Pertama disini kita ditantang sebagai
bengsa menghindari hipokrisi,dan kedua menjadi bangsa yang arif.."
Arif maksudnya, kalau memang merasa senior, datangi Inul secara pribadi
bukan dengan menggetok Inul didepan umum. Itu menghancurkan hatinya,
meluluh lantakkan semangatnya, ujar Guruh.
Kalau memang mau menolong orang
salah, melanggar atau apalah, ketuk rumah Inul dan berikan nasihat, "coba
kamu timbang-timbang. Disatu sisi berprestasi tetapi sisi lain, kita ini
negeri Pancasila," misalnya.
Kalau gara-gara Inul muncul di TV dan
VCD bajakan lantas ada orang memperkosa. Apa jaminan perkosaan sirna
setelah Inul dicekal. Namanya alasan pemerkosa ya bisa-bisa saja. Lihat
ayam kawin saja kalau memang otak lagi kesitu bisa nggak ku... ku...
Lebih lanjut suami Sabina Padmavati
bicara, goyang ngebor dari segi ilmu tari adalah biasa. Dalam tari
Jaipongan ada gerakan serupa yang dinamai teknik "ngembat, " itu sejak
dulu sudah ada. Inul melakukan hal serupa,
bedanya gerakannya lebih bersemangat
yang kalau kata Guruh lebih tajam, dan Inul melakukannya beberapa kali
lebih semangat, lebih cepat"
|
Menyihir,
Fenomenal
Superb
Papan Atas
A humble star is rising...
Itulah ungkapan atas pemunculan Inul di acara SCTV "3 in 1"
Kamis 20/2/03 malam . Dimulai dengan siluet seorang penari, maka muncul
sosok tubuh yang digotong oleh dua cowok. Panggung seperti tersihir.
Penonton di rumah ikut menahan napas.
Inilah fenomena seorang gadis yang menjadi pembicaraan dimana-mana.
Berbalut baju hijau dan menutup bagian yang biasa diobral seperti puser
bercincin, gerakan Inul terkesan hati-hati. Di luar sana seperti
dilaporkan beberapa media, jalanan Jakarta menjadi sepi,
disudut-sudut jalan orang bergerombol memelototi pesawat TV yang diputar
oleh kios-kios rokok.
Persis seperti menunggu petinju Mike Tyson dalam masa jayanya naik arena.
Setiap gerak tubuh Inul tidak luput dari sorotan mata pengagumnya dan
tukang hujat. Between love and hatre.
Dengan gaya yang lugu Inul mencoba menjadi presenter sekaligus penyanyi.
Kadang kalau kagok karena kehilangan kata-kata yang mesti diucapkan ia
nampak tertawa kecil, lugu tetapi itulah kekuatannya.
Nampak ngos-ngosan memang. Saya rasa ia belum sepenuhnya menguasai
panggung, karena maklum ada jutaan mata pemirsa sedang menghakiminya.
Lagu pertama Mbah Dukun, karena dinyanyikan dalam bahasa asing, ya aku
kurang sreg. Tapi itu nggak penting. Itupun mengundang protes, mengapa
tidak dalam bahasa Indonesia mengingat ia kini bukan milik orang Pasuruan
thok thil.
Superb! ketika membawakan lagu Pelangi di Matamu, dia seperti
"trance," rohnya Inul seperti sudah masuk ke gua gharbanya. Ia
mulai liar, membuat orang semakin gempar (emang syair Sun Go Kong). Pakai
permisi kepada Jamrud. Memeluk para pendukung acaranya, bahkan ketika
Thukul mulai menutup acara, Inul malahan memeluk dibelakang Sion dari
belakang. Ketika penyanyi lain ingin menerobos ke luar negeri sekedar
"wacana" alias cuma terbatas "banyak bicara, nol
kerja", mbak Inul sudah show di Belanda, Belgia, Amerika, Jepang. Ini
yang bikin orang terperangah. Nggak perlu mengaku "diva" Mbak
Inul, anda sudah dinobatkan secara otomatis.
SD kelas 6 mulai nyanyi...
Dapat honor tiga ribu limaratus rupiah....
Delapan tahun berlatih goyang....
Tapi dasar senang menyanyi, ia tidak
perduli dengan honor yang sekarang mulai "diperdulikan orang"
Tiga bulan lalu, ia mimpi naik balon gas "seperti di Ancol itu
lho," ada Ibu Megawati bersama saya, tetapi balon tiba-tiba meledak,
mestinya saya jatuh, tetapi ini kok malahan ke langit. Saya nangis sebab
disana ndak ada temen" demikian kata Inul dalam wawancara di
Female, Jumat pagi 21/2/03.
Oh Inul, kamu rupanya selain bakar ngebor, punya bakat "OBE",
outer body experience. Itu bakat alam Nul. Siapa tahu jadi paranormal
kelak. Komentar pewawancara: "itu isyarat bahwa kalau kamu berada di
puncak, kamu akan merasa kesepian ditengah hingar bingar
penggemarmu.."
Bakat lain, mampu mengawinkan rock yang biasanya sangar, menjadi lunak
digenggamannya. Dan Inul menyanyi rock bagus sekali terutama pada
"whats-up. Bagus "Netral" di gandengnya sambil nyanyi.
Akrab....
Percayakah anda bahwa Inul melamar tunangan salah seorang penyiar radio
Female?
Oh Inul aku nggak "ku ku"....
Maju terus mbak Inul, kalau cuma dicekal itu akan menjadi kekuatanmu. Cuma
mengingatkan bahwa yang mencekal kamu itu dulu juga pernah bilang
"haram hukumnya Presiden seorang wanita..."
Juga yang erotis itu
"otak-manusia" bukan pantat.
PS.
Bagi yang mau ngebook Inul, sampai 31 Maret 2003 sudah fully, hari Sabtu
dan
Minggu sampai bulan Mei 2003, juga penuh. Ini menurut mbak DEL, seorang
penyanyi yang merangkap manajer Inul di Jakarta
|