bannerWelcome to Informasi lanjut Rodent Tuber atau Silahkan hubungi ibu Erni Mimbar di 0812-802-5102 - Jakarta 
Situs Campur Bawur
Tahun Indul Daratista 


21.06.2003

KOPI

TIMOR-TEMPATION

Pakar bisnis Kafi Kurnia sempat kaget-terkaget (bentuk jamak dari sangat kaget) ketika di Eropa dan Amerika ia tidak menemukan kopi Indonesia yang setahunya sangat terkenal di luar negeri.

"Tidak ada....," demikian komentarnya di majalah Gatra

Yang ia lihat adalah kopi dari East Timor, yang diiklankan sebagai kopi organik sebab hanya dibesarkan dengan bantuan pupuk kompos dan kandang serta anti pestisida.

Kalau kemudian ada pupuk Urea dan SP ditaburkan itu "kecampuran".

Penulisan "organik" inilah yang membuatdaya jualnya tingga, lantaran para pakar kesehatan menelisik bahwa penggunaan pestisida dan produk kimia salah satu penyebab berkembangnya pembunuh nomor satu di dunia yaitu "kanker" dsb.

Seorang ahli kopi menulis," the most suprising quality is the major wave of flavor that overcame me when I cupped this coffee."

Luar biasa, gelombang aroma harumnya kopi yang begitu keras menerpa hidung sang peminat. Ada campuran antara (Timor) rasa kopi dengan spektrum yang luas. Maksudnya tentu suka kopi light dengan heavy bisa diakomodasi oleh kopi ini. Radio Nederland juga menambahi bahwa dari aromanya ibu sudah tahu ini kopi terbaik planet ini.

Tidak salah sebungkus kopi ditawarkan sepuluh dollar untuk 370 gram dengan merek dagang TIMOR TEMPTATION. Kopi ini sendiri pohonnya datang dari jenis "Typica" dan "Bourdon.."

Apalagi diberi bumbu "kopi ini menghidupkan 40000 keluarga petani di Timor Timur. Kopi asal Timor ini sangat terkenal di dunia. Ada sekitar 55.000 hektar are kebun kopi di bumi loro sae itu, yang bila dipanen setidaknya dapat menghasilkan 30.000 ton setahun. Taruhlah harga kopi di pasaran dunia saat ini berkisar 1 dolar. Maka jumlah yang diperoleh sebesar 270 milyar rupiah. Tak heran Bob Hasan sangat bernafsu menggaruk wang dari sektor kopi ini.


21-Juni-2003
Mimbar Seputro
0811806549
Masih suka kopi Klenteng Teluk Betung.
No Sugar

Komentar dari rekan:

    1. Mas, saya kehilangan Kopi Sidikalang yg cap/logo Naga Sanghie. Sudah nggak ada lagi di Hero. Kemana ya...
      Gantinya masih belum ada yg pas. Lo lucunya, kok lucu sii, saya bisa stop ngopi, hanya lantaran belum ketemu yg pas or Naga Sanghie. Wong sekarang banyak Naga Liong di mana2, lah ini cuma di bungkusnya saja kok nggak ada....
      Kopi Toraja masih dalam tahap investigasi..Juga Kopi Lampung, Bali, Temanggung dll.<Untung Supeno>
       
    2. Zamannya saya sekolah SMA dulu di Pematang Siantar, 120km tenggara Medan,
      minum kopi pada waktu jeda sekolah adalah suatu kenikmatan en kenbanggaan
      tersendiri. Hal ini kita lakukan dengan cukup baik dan mengesankan, kopi
      yang top waktu itu kopi Sidikalang aseli. Setelah bel berbunyi, kita langsung ke kantin/lapo untuk order 2 gelas kopi dan roti Kelapa (roti yang isinya kelapa en manis). Lalu selanjutnya kita duduk berhadapan segera membuka itu papan catur dan mulai menyusun langkah2 brillian tanpa pernah lihat buku catur.  Lalu dalam kurun waktu 10 menit, itu pertandingan harus selesai. Dan yang kalah dia bertanggung jawab untuk membayar. Jadi kopi memang yahud, sampai sekarangpun saya hanya mengkomsumsi satu gelas per hari, karena menurut pak dokter, kolesterol saya udah diambang batas jadi seyogyanya minum kopi hanya satu kali perhari atau kontrak di dunya akan diperpendek. Rokok udah ditinggalkan lamaaaa sekali. <Henry Lumbantoruan>
       
    3. Anda sudah ngopi hari ini? Simak dulu yang berikut. Diawal abad ke-19, Indonesia – tepatnya Jawa – sempat didentikkan dengan kopi. Bahkan orang-orang Belanda menyebut kopi sebagai "Java". Kalau kini di Jawa dikenal adanya 'Kopi Dangdut' ..... tentu itu lain persoalan, wong itu terjemahan dari lagu Expresso dari Brazil, pinter-pinternya orang cari popularitas saja. Kopi sendiri merupakan penemuan yang ruar biasa. Kafeinnya tidak hanya menyegarkan dan menahan kantuk .....tapi juga membuat ketagihan. Adalah Avicena of
      Bukhara, seorang ahli fisika dan filsuf terkenal diakhir milenium pertama, yang menjelaskan tentang kandungan kopi yang disebut “bunchum”. Kandungan itu
      ternyata memiliki kasiat menyegarkan tubuh dan mampu menahan kantuk. Dalam perjalanan sejarahnya, kopi pernah mengalami pen'cekal'an, seperti pada tahun 1674 yang dikeluarkan oleh Women’s Petition Against Coffee di London, karena
      goyangannya dianggap melemahkan moral bangsa ...bukan ding ..... karena kandungan kafeinnya dianggap membahayakan kesehatan. Bahkan setahun kemudian Raja Dangdoet ..... eh bukan ..... Raja Charles II memerintahkan untuk menutup seluruh kedai kopi di ibu kota Inggris itu. Justru karena munculnya larangan itu, minuman kopi menjadi semakin 'fenomenal' dan dicari-cari banyak orang ..... meski transaksi nya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, begitu pula saat menikmatinya.  Siapa sangka sekarang kopi menjadi minuman yang sangat popular didunia. Bagi para penggemarnya, minum kopi kemudian dianggap sebagai seni yang memerlukan suasana tersendiri dalam menikmatinya. Coffee shop bermunculan dimana-mana. Ngopi bukan lagi sekadar minum, tapi juga ajang sosialisasi di antara anggota masyarakat. Ketika saya berkunjung ke Aceh sebelum jamannya DOM, lelaki Aceh biasa duduk berjam-jam di kedai kopi sambil ngobrol disaat wanitanya pergi kesawah atau mencari nafkah.

      Sayang, kedai kopi Bang Mamat yang kelas eRTe harus tergusur oleh coffee shop berkelas dunia – semacam Starbucks - yang ekspansinya semakin menggurita. Sebelum Starbucks yang berpusat di negeri tempat mbak Liza Williams bermukim, terlebih dulu sudah hadir di Jakarta: Dome Coffee asal Australia, kemudian Coffee Bean (juga dari ngAmrik), dan Coffee Club (Singapura). Belum lagi yang ada bau-bau Indonesianya (sedikit ) seperti Exelso, dan D’coffee Connection,
      serta Bakoel Koffie, en masih banyak lagi yang lain. Diawal sejarahnya, kopi sempat menjadi monopoli bangsa Arab, ditanam dan diperdagangkan pada abad IX. Namun para pengusaha Inggris dan Belanda yang tertarik pada jenis minuman ini, kemudian mengerahkan kapal dagangnya untuk mencari daerah yang tepat untuk dijadikan perkebunan kopi.....itoe VOC patoet ditjurigai bermain
      dibelakangnja.

      Indonesia dan Brasil kemudian tercatat dalam sejarah sebagai tempat 'berkembang biak'nya kopi didunia. Maka tidaklah heran bila
      Belanda dan Inggris dikenal sebagai produsen kopi yang paling top didunia. Sedangkan Brasil tercatat sebagai produsen biji kopi nomor satu didunia. Secara garis besar ada dua jenis kopi, Robusta dan Arabica, seperti apa yang kita pelajari di SD dulu. Robusta memiliki rasa pahit dan kandungan kafein yang tinggi. Sedangkan Arabica bisa dikategorikan sebagai produk premium, rasanya tidak sekedar pahit tapi juga asam. Di Indonesia 90% kopi yang ditanam adalah jenis Robusta. Perbedaan struktur tanah dan iklim menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda. Kopi Sumatera, punya aroma tumbuh-tumbuhan dan daun-daunan. Kopi Toraja memiliki rasa unik, tidak terlalu asam,
      agak manis, dan aroma daunnya sangat terasa. Rasa pahit dari kopi adalah hasil proses penggilingan. Semakin lama digiling semakin halus bubuknya dan
      semakin pahit. Saat ini dengan pengalaman dan keberanian untuk mencoba dan tampil beda, hadir berbagai jenis kopi dengan berbagia macam campuran,
      seperti coklat, susu, buah-buahan, bahkan alcohol untuk menghasilkan rasa yang khas. Namun bagi penggemar kopi sejati, minuman favorit masih tetap
      kopi asli tanpa campuran apapun – termasuk gula. Monggo mas dipun kedapi kopinipun. <D. Heru Pramono>

       
     

 

  Site search Web search

powered by FreeFind

updated 21 Juni 2003
"Mimbar"  Bambang Seputro
mimbarse@gajahsora.net


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Site Meter