|
21.06.2003
|
KOPI TIMOR-TEMPATION
Pakar bisnis Kafi Kurnia sempat kaget-terkaget (bentuk jamak
dari
sangat kaget) ketika di Eropa dan Amerika ia tidak menemukan kopi
Indonesia yang setahunya sangat terkenal di luar negeri.
"Tidak ada....," demikian komentarnya di majalah Gatra
Yang ia lihat adalah kopi dari East Timor, yang diiklankan sebagai
kopi organik sebab hanya dibesarkan dengan bantuan pupuk kompos dan
kandang serta anti pestisida.
Kalau kemudian ada pupuk Urea dan SP
ditaburkan itu "kecampuran". Penulisan "organik" inilah yang
membuatdaya jualnya tingga, lantaran para pakar kesehatan menelisik bahwa
penggunaan pestisida dan produk kimia salah satu penyebab
berkembangnya pembunuh nomor satu di dunia yaitu "kanker" dsb.
Seorang ahli kopi menulis," the most suprising quality is the major wave of
flavor that overcame me when I cupped this coffee."
Luar biasa, gelombang aroma harumnya kopi yang begitu keras menerpa hidung
sang peminat. Ada campuran antara (Timor) rasa kopi dengan spektrum yang
luas. Maksudnya tentu suka kopi light dengan heavy bisa diakomodasi oleh
kopi ini. Radio Nederland juga menambahi bahwa dari aromanya ibu sudah tahu
ini kopi terbaik planet ini.
Tidak salah sebungkus kopi ditawarkan sepuluh dollar untuk 370 gram dengan
merek dagang TIMOR TEMPTATION. Kopi ini sendiri pohonnya datang dari jenis
"Typica" dan "Bourdon.."
Apalagi diberi bumbu "kopi ini menghidupkan 40000 keluarga petani di Timor
Timur. Kopi asal Timor ini sangat terkenal di dunia. Ada sekitar 55.000
hektar are kebun kopi di bumi loro sae itu, yang bila dipanen setidaknya
dapat menghasilkan 30.000 ton setahun. Taruhlah harga kopi di pasaran dunia
saat ini berkisar 1 dolar. Maka jumlah yang diperoleh sebesar 270 milyar
rupiah. Tak heran Bob Hasan sangat bernafsu
menggaruk wang dari sektor kopi ini.
21-Juni-2003
Mimbar Seputro
0811806549
Masih suka kopi Klenteng Teluk Betung.
No Sugar Komentar dari rekan:
-
Mas, saya kehilangan Kopi Sidikalang yg cap/logo Naga Sanghie.
Sudah nggak ada lagi di Hero. Kemana ya...
Gantinya masih belum ada yg pas. Lo lucunya, kok lucu sii, saya
bisa stop ngopi, hanya lantaran belum ketemu yg pas or Naga
Sanghie. Wong sekarang banyak Naga Liong di mana2, lah ini cuma di
bungkusnya saja kok nggak ada....
Kopi Toraja masih dalam tahap investigasi..Juga Kopi Lampung,
Bali, Temanggung dll.<Untung Supeno>
-
Zamannya saya sekolah SMA dulu di Pematang Siantar, 120km tenggara
Medan,
minum kopi pada waktu jeda sekolah adalah suatu kenikmatan en
kenbanggaan
tersendiri. Hal ini kita lakukan dengan cukup baik dan
mengesankan, kopi
yang top waktu itu kopi Sidikalang aseli. Setelah bel berbunyi,
kita langsung ke kantin/lapo untuk order 2 gelas kopi dan roti
Kelapa (roti yang isinya kelapa en manis). Lalu selanjutnya kita
duduk berhadapan segera membuka itu papan catur dan mulai menyusun
langkah2 brillian tanpa pernah lihat buku catur. Lalu dalam
kurun waktu 10 menit, itu pertandingan harus selesai. Dan yang
kalah dia bertanggung jawab untuk membayar. Jadi kopi memang
yahud, sampai sekarangpun saya hanya mengkomsumsi satu gelas per
hari, karena menurut pak dokter, kolesterol saya udah diambang
batas jadi seyogyanya minum kopi hanya satu kali perhari atau
kontrak di dunya akan diperpendek. Rokok udah ditinggalkan lamaaaa
sekali. <Henry Lumbantoruan>
-
Anda sudah ngopi hari ini? Simak dulu yang berikut. Diawal abad
ke-19, Indonesia – tepatnya Jawa – sempat didentikkan dengan kopi.
Bahkan orang-orang Belanda menyebut kopi sebagai "Java". Kalau
kini di Jawa dikenal adanya 'Kopi Dangdut' ..... tentu itu lain
persoalan, wong itu terjemahan dari lagu Expresso dari Brazil,
pinter-pinternya orang cari popularitas saja. Kopi sendiri
merupakan penemuan yang ruar biasa. Kafeinnya tidak hanya
menyegarkan dan menahan kantuk .....tapi juga membuat ketagihan.
Adalah Avicena of
Bukhara, seorang ahli fisika dan filsuf terkenal diakhir milenium
pertama, yang menjelaskan tentang kandungan kopi yang disebut
“bunchum”. Kandungan itu
ternyata memiliki kasiat menyegarkan tubuh dan mampu menahan
kantuk. Dalam perjalanan sejarahnya, kopi pernah mengalami
pen'cekal'an, seperti pada tahun 1674 yang dikeluarkan oleh
Women’s Petition Against Coffee di London, karena
goyangannya dianggap melemahkan moral bangsa ...bukan ding .....
karena kandungan kafeinnya dianggap membahayakan kesehatan. Bahkan
setahun kemudian Raja Dangdoet ..... eh bukan ..... Raja Charles
II memerintahkan untuk menutup seluruh kedai kopi di ibu kota
Inggris itu. Justru karena munculnya larangan itu, minuman kopi
menjadi semakin 'fenomenal' dan dicari-cari banyak orang .....
meski transaksi nya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, begitu
pula saat menikmatinya. Siapa sangka sekarang kopi menjadi
minuman yang sangat popular didunia. Bagi para penggemarnya, minum
kopi kemudian dianggap sebagai seni yang memerlukan suasana
tersendiri dalam menikmatinya. Coffee shop bermunculan
dimana-mana. Ngopi bukan lagi sekadar minum, tapi juga ajang
sosialisasi di antara anggota masyarakat. Ketika saya berkunjung
ke Aceh sebelum jamannya DOM, lelaki Aceh biasa duduk berjam-jam
di kedai kopi sambil ngobrol disaat wanitanya pergi kesawah atau
mencari nafkah.
Sayang, kedai kopi Bang Mamat yang kelas eRTe harus tergusur oleh
coffee shop berkelas dunia – semacam Starbucks - yang ekspansinya
semakin menggurita. Sebelum Starbucks yang berpusat di negeri
tempat mbak Liza Williams bermukim, terlebih dulu sudah hadir di
Jakarta: Dome Coffee asal Australia, kemudian Coffee Bean (juga
dari ngAmrik), dan Coffee Club (Singapura). Belum lagi yang ada
bau-bau Indonesianya (sedikit ) seperti Exelso, dan D’coffee
Connection,
serta Bakoel Koffie, en masih banyak lagi yang lain. Diawal
sejarahnya, kopi sempat menjadi monopoli bangsa Arab, ditanam dan
diperdagangkan pada abad IX. Namun para pengusaha Inggris dan
Belanda yang tertarik pada jenis minuman ini, kemudian mengerahkan
kapal dagangnya untuk mencari daerah yang tepat untuk dijadikan
perkebunan kopi.....itoe VOC patoet ditjurigai bermain
dibelakangnja.
Indonesia dan Brasil kemudian tercatat dalam sejarah sebagai
tempat 'berkembang biak'nya kopi didunia. Maka tidaklah heran bila
Belanda dan Inggris dikenal sebagai produsen kopi yang paling top
didunia. Sedangkan Brasil tercatat sebagai produsen biji kopi
nomor satu didunia. Secara garis besar ada dua jenis kopi, Robusta
dan Arabica, seperti apa yang kita pelajari di SD dulu. Robusta
memiliki rasa pahit dan kandungan kafein yang tinggi. Sedangkan
Arabica bisa dikategorikan sebagai produk premium, rasanya tidak
sekedar pahit tapi juga asam. Di Indonesia 90% kopi yang ditanam
adalah jenis Robusta. Perbedaan struktur tanah dan iklim
menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda. Kopi Sumatera, punya
aroma tumbuh-tumbuhan dan daun-daunan. Kopi Toraja memiliki rasa
unik, tidak terlalu asam,
agak manis, dan aroma daunnya sangat terasa. Rasa pahit dari kopi
adalah hasil proses penggilingan. Semakin lama digiling semakin
halus bubuknya dan
semakin pahit. Saat ini dengan pengalaman dan keberanian untuk
mencoba dan tampil beda, hadir berbagai jenis kopi dengan berbagia
macam campuran,
seperti coklat, susu, buah-buahan, bahkan alcohol untuk
menghasilkan rasa yang khas. Namun bagi penggemar kopi sejati,
minuman favorit masih tetap
kopi asli tanpa campuran apapun – termasuk gula. Monggo mas dipun
kedapi kopinipun. <D. Heru Pramono>
|