bannerWelcome to Informasi lanjut Rodent Tuber atau Silahkan hubungi ibu Erni Mimbar di 0812-802-5102 - Jakarta 
Situs Campur Bawur
Tahun Indul Daratista 

MELEGO  BATAVIA

Tatkala dollar masih mantab, tapi rupiah yang jungkir balik lalu
menyelam sampai paling dalam, ada usulan orang pinter untuk menyewakan
kepulauan Seribu sehingga uangnya bisa dipakai membiayai kehidupan
yang terpuruk waktu itu (dan tetep sampai sekarang). Ini mengambil
teknik sewa dari pulau Hongkong kepada Inggris. Usulan tersebut
ternyata di-prek- saja. Karena kita lebih suka pakai Tabib IMF yang
seperti kita ketahui selain malpraktek, juga wanprestasi.

Usulan ini ternyata tidak original. Contohnya Kompeni sejak dulu sudah
menyewakan kepulauan Seribu dengan biaya 800 gulden per bulan.

Penyewanya adalah para pachter yang maklum sekali bahwa dari pulau ini
ada ikan, teripang, batu karang dan kayu yang diperkirakan bernilai
100 gulden per hari. Singkat kata dengan 8 hari produksi, lunas sewa
setahun. Namun tidak diceritakan bagaimana Sukun Kuning yang rasanya
kenyal, garing dan nikmat kok tidak masuk hitungan. Mungkin daya
"nggragasnya" orang jaman dulu belum sampai tahap sekarang.

Tetapi lama kelamaan daya tarik Pulau Seribu mulai memudar, sekalipun
sedang Terang Bulan. [lagu Tety Kadi, kalau ada yang sudah lahir].

Akhirnya pulau ini cuma untuk jual beli Candu yang monopolinya di
ambil oleh VOC. Alasan VOC mirip alasan kita merokok, belastingnya
besar, karyawan yang terlibat juga ombyokan. Jadi kalau mau bilang
merokok membantu negara, para punggawa VOC bilang "apalagi Candu"
lebih guede lagi untung dan cukainya Bo...

Kepulauan Seribu memang akhirnya kondang sebagai kepulauan Candu. Dan
disewakan kepemilikannya kepada para pemborong (pachter) Candu.
Alasannya dengan menawarkan hak sewa kepada para pachter candu yang
dilindungi oleh "opium regie" tujuannya untuk mencegah kegiatan
penyelundup candu.

Dari beberapa pulau yang disewakan maka pulau Amsterdam dan Onrust
yang paling terkenal.

Pulau Onrust pada 1615 sudah dipakai sebagai sentra kapal yang membuat
kagum dunia lantaran kelengkapannya, kecepatannya dan fasilitas
kerjanya yang tidak bisa ditemukan dinegeri lain.James Cook dalam
perjalanan keliling dunia 1775 dengan kapal legendarisnya "ENDEAVOR"
pernah mampir untuk menjalani perbaikan.

Nama Onrust sebetulnya berarti "tak pernah berhenti bergerak."

Selama hampir 2 abad surga Belanda ini berlangsung sampai pada 1810,
ketika pasukan Inggris pimpinan Edward Pellew menghancurkan semua
fasilitas yang ada di pulau Onrust. Cucunya Edward nanti malahan lebih
lick lagi, kapal terbang sudah dibeli lunas tetapi tidak boleh dipakai
perang, kecuali buat pajangan.

Ketika Inggris hengkang pada 1816, maka yang ditinggalkan adalah
kehancuran. Sejak itu nama pulau Onrust seperti sudah dilupakan orang.

Tahun 1827 atas order Van der Capellen, onrust dicoba dibangkitkan
kembali. Tetapi orang sudah mulai melirik tempat lain yang lebih
ciamiik, yaitu Pelaboehan Tanjoeng Priok (1877-1883)

Adalah Toewan Twijsel seorang mantan penggawe kompeni dari pulau
Muntok (Bangka), yang tergolong konglomerat pulau yang menguasai
erfpacht (ijin mengeksploitasi pulau).

Dan herannya dengan sewa yang murah (cuma 8 hari kerja), entoch tender
HPP (Hak Penguasaan Pulau), tiap tahun jatuh ke Twijsel. Dan menurut
sinyalemen miring, Twijsel memberikan upeti cukup besar kepada para
pembesar kompeni sehingga lelang terbuka atas kepulauan seribu tidak
pernah dilakukan. Selalu main kontrak dibawah tangan.

Terhadap masalah ini koran Bintang Betawi menulis "kita berharap
gubernemen jangan pilih kasih erfpacht secara bawah tangan kepada
toean Twujsel, tetapi sebaiknya di lakukan pelelangan didepan orang
banyak, sehingga siapa yang menawar dengan harga tinggi yang
memperoleh hak itu."


Sayang harapan itu tidak pernah terwujut, Kumpeni lebih senang
memberikan hak eksploitasi bernilai 800 gulden per bulan kepada
Twijsel yang sekalipun murah tetapi oepetinya tinggi.

Yang tersisa dari pulau Onrust adalah cewek bernama Maria van
Veldeslyk. Ia meninggal pada 1693 dan kini menjadi hantu yang pernah
ditangkap kamera TV-7 dalam acaranya "tim ekspedisi alam gaib,"
wajahnya terpahat didinding gaib lebih mirip encim cina daripada orang
Belanda.

Ada nama lain yaitu Cornelius Willemse Vogel yang pernah menjadi Baas
van Onrust (1695-1738). Baas dalam bahasa belanda adalah Kepala atau
pengawas. Istilah Baas inilah diambil alih oleh lidah kita menjadi
Boss. Perhatikan menulisnya.

Kini pulau yang tidak pernah beristirahat itu, harus mengakui kemauan
sejarah. Ia beristirahat selama-lamanya.
 

 

Mimbar Bambang Seputro
21 Juni 2003
 

Comment to Mimbar Bambang Seputro

  Site search Web search

powered by FreeFind

updated 21 Juni 2003
"Mimbar"  Bambang Seputro
mimbarse@gajahsora.net


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Site Meter