Welcome
to
Situs terkesan Campur Bawur
|
Foto dengan latar belakang lukisan Wuku oleh pelukis
"wayang" kondang asal Solo, mas Bambang Saptono. Ternyata wuku saya adalah Wayang. Foto
ini diambil menjelang keberangkatan untuk menghadiri "Tingalan Dalem" alias
peringatan 60 tahun naik tahta raja Surakarta, Sinuhun Paku Buwana ke XII.
Sempat menyaksikan tarian sakral Bedhaya Ketawang. Sekalian melihat
pameran saya bertanya kepada pelukisnya apa wuku saya yang kelahiran 4
maret 1953, yang dijawab olehnya Rabu Pahing dengan wuku Wayang. Wuku
yang sama dimiliki oleh Soekarno.
Menurut Betaljemur, wuku ke 27 ini memakai simbul tokoh pewayangan yaitu dewa bumi Bathara Sri yang bernaung di bawah pohon Cepaka. Artinya disukai oleh banyak orang serta memiliki wibawa yang besar. Di pohon Cepaka bertengger ayam hutan perlambang disukai oleh pejabat (wong agung). Mudah mencari rejeki. Jambangan air berada didepannya yang berarti seluruh perbuatannya didasarkan kerelaan, ikhlas dan pengabdian. Lambang bangunan didepannya menunjukkan pribadi yang suka kemewahan, keduniaan (?). Figur wayang juga menduduki air artinya watak yang sedingin air. Membelakangi senjata tajam, nah ini dia. Orang yang kelihatan mudah diajak bicara, tetapi sekali memberikan perintah sukar diikuti. Ada istilah jawa "wayang pradangga pati" maksudnya mampu menjadi pengayom. Apesnya adalah cedera. Sidhekahe wedhus kendhit diwujudi (ijih urip) lan juwadah kang suci, dongange ngumur, kang ngepung wong patang puluh. [sorry belum nyampe kesini] |
||
|
Nyonya ini atau Erni Mimbar, dia yang selalu menjawab pertanyaan mengenai keladi tikus terutama kalau saya sedang dalam keadaan musafir (travelling). Juli 2003 dia yang pada September 03 genap berusia 46 tahun di vonis oleh dokter "hamil" akibat perbuatannya dengan pria yang jadi suaminya sudah hampir 25 tahun. Padahal selama 17 tahun ber meong ria tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Sayang setelah 9-1/2 minggu dalam kandungan, Diah Ratnasari demikian kami sedianya memberikan nama, harus mendahului kami semua.
|
Thursday, September 04, 2003
Anak saya tertua kelahiran 1981 (usianya 22 tahun pada 2003), lalu adiknya yang terkecil 1987( 16 tahun), dengan dua anak yang sudah cukup dewasa maka sang ibu (1958) mulai kesepian. Teman mainnya tinggal keponakan (2+5) yang kalau boleh naik rakit bambu ditengah kolam gurami gembiranya bukan alang kepalang. Akibatnya di Komplek Perumahan Kemang IFI Granada, kami berdua dipanggil Pakde dan Bude mengikuti panggilan keponakan. Di akhir minggu kami selalu honeymoon di kolam Citayam pada akhir pekan (tentu saja anak-anak kalau diajak ke Citayam pada njempling-njempling (loncat-loncat dengan menolak). Tapi kalau keponakan, bisa nangis semalaman kalau dia tahu kami pergi ke Citayam tanpa mengajak mereka berdua. Banyak kaum ibu biasanya "ogah" kalau di ajak ke lokasi pertanian, pertama kalau hujan jalannya becek, jauh dari keramaian. Tapi monogami saya ini semangat sekali kalau ke Citayam. Lantaran cuma berdua, dasarnya saya rada cluthak (jorok), maka saat cuma berdua di "PILAH", orang lokal bilang rumah dengan genteng dan plesteran semen adalah PILAH. Saya sering menggunakan iklan Vespa yaitu "Jalan Lurus, Jalan Nikung Vespa jalan terus" dengan saya modifikasikan sedikit "Jalan kering atawa becek Vespa jalan terus" [minggir dikit deh..]
Kadang inspirasi Vespa saya timbul cuma hal-hal yang sederhana, melihat gelombang air kolam akibat gerakan Gurami lagi "mating",
kambing jantan lagi "macek," ayam jago sedang mancal yang betina,
angsa sedang usek-usek sang betinanya dibawah air kolam semua menimbulkan serangan gelombang kejut ke kepala. Dan bunyinya "Grenggg"
Bulan Juni 03 lalu saya ambil cuti, dan hanya dihabiskan di Citayam. Eh bulan Agustus kok "Visitor" tidak mbezoek (Iya...ya). Tapi saya
tidak kuatir-kuatir amat, lha wong 16 tahun berVespa ria nggak ada yang nyundul. Secara kedokteran ada gangguan penyempitan pada panggul
Erni sehingga untuk menjadikan kehamilan prosesnya ribet termasuk untuk urusan telor. Dua anak saya sebetulnya lebih mirip "rekayasa"
kimia sebab proses pembuahan terlalu dicampuri urusan farmasi. Jadi dengan 16 tahun tanpa Lingkaran Biru, siapa takut.
Tetapi keadaan berbalik, ketika puncaknya 3 September ia juga tidak mendapatkan tamu, maka pasangan monogami saya mulai kuatir. Apalagi
dia merencanakan untuk menengok anak ke Bukit Batok. Lalu kami coba dengan semacam "Test Pack" yang cukup dicelupkan ke urine untuk
menguji kehamilan.
Kok ndilalah (kebetulan), hasil uji kepada wanita usia hampir 46 tahun ini memperlihatkan DUA STRIP. Menurut petunjuk yang kertasnya selebar
asbak, kalau satu strip negatif, kalau dua strip yang "trekDung
tralala".
Untuk memastikan (dulu konfirmasi) , dilakukan pengujian di Sumber Waras yang kata orang sono hasilnya Burung KakakTua alias "TrekDung",
dan terakhir dikonformasikan (dulu dipastikan) dengan dr. Mudhofir di
Harapan Kita, hasilnya masih pelet loro. Malah ada angka keluar seperti meteran di pom bensin "Ini Prempuwan Suda Ada Bunting anem
minggu lamanya"
Ini kehamilan yang membawa resiko tinggi, sebab usianya sudah merambat 46th, dan selama hampir 16 tahun bisa bebas tanpa kontrasepsi, tetapi
yang di atas rupanya mempercayakan kepada kami seorang anak manusia. [Mudah-mudahan ini bukan teknik Rasionalisasi yang berpendapat bahwa
dunia ini seimbang adanya, kalau satu kebawah akibat ada yang ke atas]
Sungguh mati belum tahu ini anak lelaki atawa bukan, hanya beberapa mimpi menyiratkan dua perempuan yaitu Desi Ratnasari dan Agnes Monica.
[Kalau percaya itu bukan karena berahi saya saja lho]. Ada yang
mengusulkan agar di USG, tapi wong anak masih ujud agar-agar Camcao di UltraSonografi apa bukan jadi H2O lagi? - begitu bantahan saya.
Sambil mencoba ketajaman intuisi saya bilang anak saya perempuan. [Jadi kalau salah ya lelaki], asal jangan Jengki saja.
Sekarang saya mulai melatih nyanyi era dinosaurus
"Garuda Pancasila...akulah pendukumu (ngnya hilang)
Pribang-Pribang-Saku"
atau
Meletus balon hijo DAR! [saya pura-pura tutup kuping]
Kalau Tuhan punya kuasa, apalagi yang bisa kita lakukan kecuali bersimpuh sambil bilang "Gusti Awloh, kulo manut, kulo
nderek..kersamu"
[Catatan 28 September bayi yang kami berinama Diyah
Ratnasari ini setelah 9-1/2 minggu dalam kandungan]
sejak Megawati jadi Presiden 23/7/2001
Sejak 16 April 2002
| INFO TRAIN | NEWSPAPER | PENGETAHUAN UMUM |
| Train Schedule | Kompas | How Stuff Works |
| Ship Schedule | Detik | Dictionary (Eng-Eng) |
| Garuda Schedule | Suara Pembaruan | Posisi Drilling Rig |
| Republika | Fish Base | |
| Jakarta Post | Kurs Valas | |
| Kedaulatan Rakyat Yogya | Time and Date | |
| Media |