PENYEMBUHAN DENGAN TENAGA
DALAM
Sering saya menggangunya dengan pertanyaan apa beda Erni Johan dengan
Erni Mimbar, jawabnya Erni Johan adalah biduan, yang lain biduran
(biduren, kaligata).
Hampir setiap malam menjelang tidur, Erni, ibu dari dua orang anak
selalu kelabakan. Badannya mulai ditumbuhi biduren sebesar silet yang
biasanya dimulai dari bagian pinggang, punggung dan paha.
Konsultasi dengan beberapa dokter spesialis menunjukkan gejala alergi.
Ia mencoba dengan berpantang tidur dengan bahan terbuat dari kapuk. Ia
juga menjauhi makanan seperti udang, ikan laut atau ikan asin. Untuk sementara
memang usahanya membawa hasil tetapi tidak lama kemudian biduren yang
membandel datang lagi.
Bosan dengan pengobatan medical moderen, mulai dari pelbagai spesialis,
mantuk, contoh darah di punggung diambil dst...dst.. yang tentunya memakan biaya tidak sedikit,
akhirnya ia pasrah dan lebih mengandalkan minum sebutir tablet
antihistamin ketika
dirasanya biduren menyerangnya. Cara ini berhasil, tetapi dengan
berjalannya waktu sebutir antihistamin kadang tidak berhasil mengatasi masalahnya.
Oleh temannya ia diajak mencoba penyembuhan Occult Therapy, pak Djadja.
Timbul kebimbangannya, apalagi cerita mengenai dukun palsu, dukun Klewang
yang mengubur dan membunuh korbannya, dukun yang memperkosa pasiennya,
tetapi teman-temannya bisa meyakinkannya bahwa pengobatan dilakukan
diruang tunggu, disaksikan puluhan mata dan tempatnya terbuka.
Akhirnya dengan hati setengah-setengah dicobanya mengikuti saran
temannya, apalagi pak Djadja tidak pernah menetakan tarif.
"Kalau dokter spesialis dibantu pengobatan
saja tidak mampu menemukan sebab sakitnya, apalah artinya pengobatan tanpa
mantra, tanpa pijat, dan tanpa obat."
"Mengobatinyapun sambil ngobrol, bercanda," komentar Erni.
Ia juga pernah mencoba ramuan dari para ahli radiestesi (pendulum) dan
belum berhasil.
Sepulang dari berobat, ia sedikit cemas menanti hasilnya. Apa ya
mungkin ada keajaiban jaman ini ? Dikantongnya sudah tersedia obat untuk
jaga-jaga kalau pengobatan tanpa obat berhasil.
Tetapi, ketika malam tiba ternyata gangguan biduren tidak
mengunjunginya. Diletakkannya obat yang sudah disiapkan sebagai menu
tambahan sehari-hari sebelum tidur.
Malam kedua berlalu, biduren enggan
menyapanya.
"Ah, mungkin sugesti...." pikir Erni lagi.
Seminggu berlalu, dua minggu berlalu, dan akhirnya tiga bulan dilalui
tanpa keluhan biduren yang menjengkelkan. Kini kulitnya yang semula lecet
akibat digaruk sudah mulai kelihatan mulus.
"Oh kalau orang medic bilang itu placebo effect - rasa sembuh semu
karena efek sugesti." Erni masih mencoba membantah. Tapi alhamdulilah
sampai sekarang biduren tersebut sudah tidak pernah datang lagi. Bahkan
konon pak Djadja melihat Erni sebagai sosok yang memiliki kemampuan
metafisik.
Apakah Erni mengalami sensasi seperti kesetrom?, pusing?, mual?
"Ya kagak kerase ape-ape, cuma rasa tangan belio nempel di
punggung, kan kite masih berbusane lengkap" komentarnya ikutan
orang Betawi.
Penulis hanya mengenal pak Djaja secara sepintas, sang ahli tenaga dalam supra
natural.
Tapi tulisan ini diperuntukkan bagi pembaca yang kebetulan sudah judeg
dan bunek menghadapi penyakit sehari-hari. Tentunya, semuanya
kembali kepada Tuhan yang maha penyembuh. Pak Daja adalah sekedar orang
yang dipercayai untuk meneruskan ilmunya kepada yang membutuhkan.
Dapatkan diagnosa
penyakit anda dari dokter, sampaikan keluhan anda kepada pak Djadja.
Biasanya, beliau akan mendekatkan kedua telapak tangan kearah bagian yang
sakit, lalu memutar tangannya seperti orang membuat adonan martabak.
Teknik ini dinamainya "scanning". Itu saja yang dilakukannya.
Persoalannya sekarang, banyak penderita yang merasa keberatan datang ke
tempat praktek beliau, untuk itu setelah scanning pertama, anda bisa minta
tolong seseorang bisa sanak saudara atau pasangan anda untuk di
"transfer" sebagian tenaga dalam pak Djadja kepada seseorang.
Bagi yang ingin ditransfer tenaga murni, persyaratannya hanya berpuasa
selama 3 hari pada hari yang ditentukan, selesai berbuka puasa saat azan
magrib anda datang ke tempat kediamannya di bilangan Tanjong Priuk.
Mula-mula anda akan diberi segelas kecil air zamzam, lalu pak Djadja akan
mentransfer sebagian dari ilmunya melalui puser anda. Cuma yang ini bayar
mahal Bok!
Begitu jreng anda ditransfer anda langsung diminta mengobati
pasien-pasien dirumah pak Djadja. Suatu pengalaman yang menarik.
SIAPA GURU PAK JAJA ?
Pak Djadja sendiri mengaku sedari kecil sudah mulai senang mempelajari
ilmu gaib. Cuma karena tanpa guru, dia puasa secara serampangan sampai
pada suatu hari dia bisa mendeteksi adanya badan halus. Di lain
kesempatan, ia mencoba mengobati keluarga dekatnya. Lho kok sembuh. Dan
ini membuat tekadnya besar untuk menekuni bidang pengobatan alternatif.
Dari pengalamannya ia menyimpulkan ada puasa yang khusus untuk tenaga
penyembuhan (jatuh pada hari Anggoro Kasih).
Karena ini adalah ilmu tempelan (imbas, induce), maka untuk melatihnya
anda harus sesering mungkin menyentuh orang sakit. Bisa dimulai dari
keluarga dekat, teman kantor dsb. Makin sering membantu orang, tenaga anda
makin kuat. Ada pasien yang merasa kepanasan, ada yang tidak merasakan
effek apa-apa, semua tergantung kepada derajat sakit. Penyakit tumor
biasanya menimbulkan efek listrik yang kuat kepada pemilik tenaga dalam.
Persyaratan lainnya adalah tidak boleh berbohong. Kalau ini dilanggar
biasanya tenaga dalam makin lemah.
Pak Djadja juga sering mengisi acara di TV untuk acara pengobatan
Alternatif. Sebuah rumah produksi sedang bernegosiasi untuk mengisi acara
ini di sebuah TV Swasta.
(bayarannya SUKARELA!)
THERAPY SUPRANATURAL
oleh Pak Djadja
PRAKTEK
Jl. Menteng Terusan No. 4-6, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta
Utara, Tilp. (021) 435 5134 ini rumahnya. Silahkan tilpun ke alamat ini
untuk mengetahui lokasi ia berada.
Jl. Tanjung Duren Barat I No. 11, sebelah Nagoya Salon, Grogol Petamburan,
Slipi, Jakarta Barat, Tilp (021) 563 2141
Jl. Budi Mulia Raya No 1, RT 006/05, Pademangan Barat
Jakarta Utara
Jl. Pulau Asem Utara Raya No. 68, Kelurahan Jati, Rawamangun,
Tilp (021) 489 7614
Jl. Mangga Lontar I/2 No. 18, Kelurahan Tugu Utara, Kec. Koja,
Jakarta Utara Tel. (021) 430 6955
