|
|
|
TINGGAL
GLANGGANG COLONG PLAYU
Istilah ini diucapkan oleh MHS ketika massa berupa
mahasiswa, orsospol mulai mendesaknya untuk mundur dari tahta
kepresidenan. Seperti kita ketahui semua, itulah akhir dari kata-kata
(bekas) orang nomor satu di Indonesia.
Tapi, sebetulnya kata-kata tersebut sering
diucapkannya kepada para mentri-mentrinya.
Masih ingat peristiwa nahas di terowongan Mina yang menewaskan
banyak jamaah Indonesia akibat berdesakan sehingga terinjak maupun
kekurangan oksigen. Saat itu mentri agama
kita menjadi "Amirul Haj" pemimpin haji. Mentri yang
fasih berbahasa arab, tetapi sehari-hari menggunakan bahasa
Inggris terhadap anak-anaknya ini cukup
direpotkan dengan
jumlah korban yang simpang siur. Fax di jalan Cendana konon jadi
sibuk.
Akhirnya, sang MenAg terbang dari Jeddah pulang
ke Indonesia. Maksud hati melaporkan langsung jumlah
korban, tetapi apa lacur? MHS menyemprotnya
dengan ucapan, "pemimpin jangan, tinggal
glanggang, colong playu."
Terpaksa, sang mentri kita balik ke Arab Saudi.
Mendekati akhir kekuasaannya, kata sekti ini diucapkannya kumbali. Cuma kali ini situasi sudah berubah.
MUDAH-MUDAHAN BELUM
BOSAN MEMBACA CERITA SAYA. TAPI BUKAN UNTUK NAKUT-NAKUTI, CUMA
BIAR WASPADA.
Selasa 7 Maret 2000 , ada masyaalah di rumah saya , tapi seperti
kata Bawang Putih, "nggak ada masyaalah." Rupa-rupanya
saya seperti disitir teman: "you are happy
when you are not". Kalau nggak begini, mana ada ide
bikin cerita muncul.
Disuatu hari, dimusim yang lalu, ketika
hujan rintik, seorang anak muda, rambut disemir merah, mengetuk
pintu pagar, tek, tek, tek. Entah mengapa dipersilahkan
masuk ke rumah saya oleh PRT. Rupa-rupanya dia mengaku
temannya anak saya. dan jebret ... dia
masuk kedalam rumah, dan matanya celingukan kesana-kesini.
Pandangannya tertuju ke meja komputer saya. Mulailah
pancalongok ini memegang kamera Minolta dan
sebuah Portable CD-Rom. Lagunya masih klise, sok
akrab, disuruh Oom memperbaiki alat-alat tersebut diatas. Para
PRT masih percaya dengan omong
manis mereka sekalipun OMDO. Karena mengucapkan kata-kata
Oom, maka dugaan para PRT, pasti orang dekat.
Indoktrinasi saya, mengatakan jangan lekas
percaya kepada siapapun. hari itu pupus diingatan mereka. Barang mulai diwadahi
untuk "diperbaiki." Masih tanya, notebooknya
sekalian. Notebook Toshiba Pentium 133/32MB masih ada di kantor.
Jebret....
Bertepatan dengan kejadian sang Bungsu datang, 13 th, dari sekolah.
Yunior curiga ketika tamu yang jauh lebih dewasa darinya kok tamunya
mulutnya ndremimil tapi nggak nyambung, ah
pasti cuma orang cari story - pikirnya.
Dia coba mengkonfirmasi
kedatangan tamu dari "SYDNEY" ini
kepada saya. Yang jauhnya cuma 60 menit, 10
lampu merah, 10 kali bocah kicrik, 3 kali pak ogah.
Semeru, Makaliwe, Kiyai Tapa, S. Parman,
Gatotsubroto,
Warung Buncit, TB Simatupang.
Ketika mencoba memutar nomor HP saya, ternyata wireless
di kamar tamu sudah dilumpuhkan. Caranya, adaptor dicabut,
baterey didalam wireless juga dicabut. Cuma
yunior saya tidak kehilangan akal, dia masuk ke kamar
tidur saya, dan langsung menghubungi saya. 0811806549,
kring, pap ada orang bla...bla...bla.
Mister Pancalongok memang hebat. Dia
ambil tilpun dari tangan anak saya dan mulai
tanya e-mail saya, e-mail anak saya. Akrab dan PeDe aja.
Katanya dia mau menitipkan VCD untuk
anak saya di Singapore. Padahal saya banyak kirim IndoMie yang
makannya pakai Indonesia tanah air beta......
(Padahal kepada yunior di rumah
dia bilang mau bawa Kamera dan CD-Drive
ke Singapore). Tapi ketika pertanyaan perimilan
diperinci lagi, dia bilang e-mailnya kena virus. Dia memberi
e-mail kepada saya sbb:
NET.COM.IDU.@
Jreeengggg.... Saya mencium sesuatu tidak
beres. dari email aborsi begini kita tahu orang ini berniat tidak
baik. Rasa-rasanya Bill Gates maupun Linux belum
pernah membuat domain seperti yang ia tuliskan. Lantaran
di interogasi terus oleh Yunior, maka dia jengah.
Kamu ada "les" nanti ya, katanya.
Nggak saya nggak les, saya dirumah nunggu papa saya, kata Yunior.
Tamu dari SYDNEY pamitan tanpa berhasil membawa
barang apapun. Para PRT, menurut Yunior saya malah gojeg didepan.
Rupa-rupanya latihan dan peringatan saya sudah bablass di otak
mereka. No talk to stranger !
Anak saya di Singapore, saya hubungi,
negative, tidak kenal dengan nama seperti yang disebutkan.
Thats close....!
|